<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6865843176587179874</id><updated>2011-11-27T16:26:10.186-08:00</updated><category term='2'/><category term='3'/><category term='Harapan'/><title type='text'>...</title><subtitle type='html'>_</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://yanmaster.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6865843176587179874/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yanmaster.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Nama : Iyan Mulyana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08976884815593535655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_-dcxRZIvmbA/R5XH-NhjwBI/AAAAAAAAADU/1polxeg_Bu0/S220/y.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>7</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6865843176587179874.post-1887520108454936122</id><published>2008-01-20T22:37:00.000-08:00</published><updated>2008-12-10T14:09:35.854-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_-dcxRZIvmbA/R5RQkthjv-I/AAAAAAAAAC8/26rcw69YGH0/s1600-h/bulan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_-dcxRZIvmbA/R5RQkthjv-I/AAAAAAAAAC8/26rcw69YGH0/s200/bulan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5157836064871923682" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="normal"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kekasih Sejati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Manusia, makhluk Tuhan termulia di muka bumi ini, diciptakan dari sepasang insan yang saling Cinta. Lahir dengan tangis yang menandakan bahwa hidup penuh dengan perjuangan, banyak onak dan duri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah kita sadari kehidupan ini merupakan anugerah yang terbesar yang Allah berikan kepada kita? Bisa kuliah, bekerja, dan berkumpul dengan teman-teman, berbagi cerita, tawa dan canda serta derita yang mewarnai kehidupan ini .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah kita bertanya, untuk apa kita hidup di muka bumi ini? pernahkah kita merasa punya arti dan berarti bagi orang lain, merasa dibutuhkan, setidak-tidaknya bagi orang-orang yang dekat dalam kehidupan kita ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah kita sadari, kita bisa bertahan hidup sampai detik ini tak lain karena Cinta, Cinta dari Allah Swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita akan lebih sadar jika jauh dari orangtua. Manakala orang-orang yang kita cintai meninggalkan kita. Manakala kita sunyi tak berteman. Manakala kita merasa hampa dalam kehidupan. Tak satupun yang abadi kecuali Cinta Allah pada kita, hamba-hamba_Nya. Tidakkah kita rindu untuk selalu berada di dekat_Nya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Saw, beliau selalu rindu untuk bertemu Allah Swt, mendengar suara Azan yang di "Senandung'kan Bilal. &lt;b&gt;&lt;i&gt;â€œShalat, adalah kesenangan hidupku".&lt;/i&gt; Kata Beliau (Hamba terkasih Allah Swt).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang wahai saudaraku, hamba-hamba yang dianugerahi iman dan Islam. Siapkan hari-harimu, isi dengan hal-hal yang berguna dan bermanfaat baik bagi temanmu, masyarakat luas, bangsa dan negara. Apalagi semata-mata hanya untuk mencari Ridha Allah Swt, semua itu sebagai tanda Cinta dan rasa syukur kita, yang telah diberikan_Nya anugerah yang begitu banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu semakin cepat, apabila kita tidak memanfaatkannya dengan hal-hal yang berguna, kita akan tergilas masa!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berjanjilah untuk jadi yang lebih baik dari sekarang. Dan terbaik di hadapan_Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena Cintamu, tidakkah seseorang itu senantiasa ingin tampak baik saat bertemu kekasihnya ???!!!. Jadikan Allah Kekasih Sejati dalam hidupmu. &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6865843176587179874-1887520108454936122?l=yanmaster.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yanmaster.blogspot.com/feeds/1887520108454936122/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6865843176587179874&amp;postID=1887520108454936122&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6865843176587179874/posts/default/1887520108454936122'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6865843176587179874/posts/default/1887520108454936122'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yanmaster.blogspot.com/2008/01/kekasih-sejati-manusia-makhluk-tuhan.html' title=''/><author><name>Nama : Iyan Mulyana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08976884815593535655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_-dcxRZIvmbA/R5XH-NhjwBI/AAAAAAAAADU/1polxeg_Bu0/S220/y.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_-dcxRZIvmbA/R5RQkthjv-I/AAAAAAAAAC8/26rcw69YGH0/s72-c/bulan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6865843176587179874.post-5293018025561165778</id><published>2008-01-16T02:15:00.000-08:00</published><updated>2008-12-10T14:09:36.047-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_-dcxRZIvmbA/R43aTNhjv9I/AAAAAAAAAC0/f1sWkMn3-Ro/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_-dcxRZIvmbA/R43aTNhjv9I/AAAAAAAAAC0/f1sWkMn3-Ro/s200/images.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5156017171991871442" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="judul"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kemana Akan Dicari Gantinya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="normal"&gt;Yaa ikhwany wa akhwaty tercinta rahimakumullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah engkau apakah "mutiara yang terindah" yang diberikan Allah Swt kepadamu??? Itulah "kesucian".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita dilahirkan dalam keadaan suci bersih, bagai selembar kertas putih tak bernoda, dan dengan sayangnya Allah Swt berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Fitratallaahillatii fatarannaasa 'alaihaa.&lt;/i&gt; â€œTetaplah atas fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu.â€ (QS. Ar Rum 30:30)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai hamba-hamba terkasih Allah Swt&lt;br /&gt;Sang Maha pencipta kita berpesan:&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Laa taqrabuz zinaa innahuu kaana faahisyah, wasaa a sabiilaa.&lt;/i&gt; â€œJanganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah perbuatan yang keji dan jalan yang sangat buruk.â€ (QS. Bani Israil 17:32)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Nabiyallah, yang sangat menyayangi dan mencintai kita (QS. At Taubah 9:128) berkata :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;â€œ&lt;i&gt;Bani Adam (manusia) tidak dapat menghindar dari perbuatan (yang menghantarkannya kepada) zina, yang pasti akan menimpanya, yaitu zina mata adalah dengan melihat, zina telinga adalah dengan mendengar, zina lidah adalah dengan ucapan, zina tangan adalah dengan bertindak kasar, zina kaki adalah dengan berjalan. (Dalam hal ini), hati lah yang punya hajat dan cenderung (kepada perbuatan-perbuatan tersebut), dan farji (kelamin) yang menerima atau menolaknya.â€&lt;/i&gt; (Al Hadits)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidakkah takut diri kita ???&lt;br /&gt;Sungguh! seluruh anggota-anggota tubuh ini akan ditanya satu-satu apa yang telah dilakukannya, dan sesungguhnya pada hari itu kelak mereka pandai berkata-kata. Sehingga kita termangu tak berdaya dibuatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Al yauma nakhtimu 'alaa afwaa hihim, watukallimunaa aydiihim, watasyhadu arjuluhum bimaa kaanuu yaksibuun. &lt;/i&gt; â€œPada hari ini Kami tutup mulut-mulut mereka, dan berkata kepada Kami tangan-tangan mereka dan memberikan kesaksian kaki-kaki mereka terhadap apa yang mereka usahakan (dahulu).â€ (QS. Yaasiin 36:65)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&gt;Waqaaluu lijuluudihim lima syahid tum 'alainaa. Qaaluu antaqanallaahul lazii an-taqa kulla syai in, wahuwa khalaqakum awwalu marrah, wailaihi turja 'uun.&lt;/i&gt; â€œDan mereka berkata kepada kulit-kulit mereka :"Mengapa kamu menjadi saksi atas kami?" kulit mereka menjawab, "Allah yang menjadikan segala sesuatu pandai berbicara, dan Dialah yang menciptakan kamu pada kali yang pertama, dan kepada_Nyalah kamu dikembalikan.â€ (QS. Fushshilat 41:21)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Wamaa kun-tum tastatiruuna an-yasyhada 'alaikum sam&lt;br /&gt;â€˜ukum walaa absaarukum, walaa juluudukum walaakin-zanan-tum annallaaha laa ya'lamu kasiiran-mimmaa ta'maluun.&lt;/i&gt; â€œDan tidaklah kamu dapat bersembunyi dari persaksian pendengaranmu, penglihatanmu dan kulit-kulitmu terhadapmu, bahkan kamu mengira bahwasanya Allah tidak mengetahui kebanyakan dari apa yang kamu kerjakan.â€ (QS. Fushshilat 41:22).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia ini telah sangat sarat dengan keduniawiannya, sungguh jika kita tiada hati-hati menyikapinya, mudah saja kita jatuh dalam arti kehilangan fitrah sebagaimana mestinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, Ku mohon padamu (kita semua), Tolong dijaga "mutiara terindahmu" wahai akhi, Tolong dijaga "mutiara terindahmu" duhai ukhty, Jangan nodai dia!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi Allah, sungguh! Diri kita sendiri yang akan histeris jika mendapati kesucian itu hilang, terbang bagai angin. Kemana Akan Dicari Gantinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak merasa perihkah kita? (jika kita dapati jasad yang mulanya jijik, dan dimuliakan_Nya, kemudian kita kotori kembali). Tidakkah kita sadari siapa kita ini sebenarnya dan dari apa asal kita ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Huwal lazii khalaqakum min-turaabin, summa min nutfatin, summa min 'alaqatin, summa yukhrijukum tiflan, summa litablughuu asyuddakum, summa litakuunuu syuyuukhaan, wamin-kum man-yutawaffaa min-qablu, walitablughuu ajalaan-musamman, wala 'allaqum ta'qiluun.&lt;/i&gt; â€œDialah yang menciptakan kamu dari tanah kemudian dari setetes air mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian Dia mengeluarkan kamu sebagai anak kecil, kemudian dibiarkan hidup supaya kamu sampai pada masa dewasa, kemudian (dibiarkan) hidup supaya kamu menjadi tua. Dan diantara kamu ada orang yang diwafatkan sebelum itu, dan kamu dibiarkan hidup supaya kamu sampai pada waktu yang telah ditentukan, dan supaya kamu mengerti.â€ (QS. Al Mu?min 40:67).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika mutiara berharga itu telah sirna. Mampukah lagi diri ini menatap dunia?, Mampukah lagi kita berdiri, bangkit dan bangun membawa "jiwa dan raga" yang telah berganti tak ubahnya najis yang ditakuti semua insan dunia ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nun disekitar kita, sekarang, kemarin dan jaman dahulu kala, masih ada saja yang "khilaf akan dirinya". Sungguh sangat disayang, seribu kali sayang. Tidakkah terbayang murkanya Allah akan perbuatan tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Azzaaniyatu wazzaanii fajliduu kulla waahidin-minhumaa mi ata jaldah, walaa ta'khuzkum bihimaa ra'fatun-fii diinillaahi in-kun-tum tu'minuuna billaahi walyaumil aakhir, walyasyhad 'azaabahumaa thaa ifatum minal mu'miniin.&lt;/i&gt; â€œPerempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus (kali) dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk menjalankan agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah dan hari akhirat, dan hendaklah pelaksanaan hukuman keduanya itu disaksikan oleh segolongan orang-orang yang beriman.â€ (QS. An Nur 24:2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Rasulullah berkata tegas : Dari 'Ubadah bin Shamid r.a., katanya Rasulullah Saw bersabda : "Laksanakanlah hukumku! Laksanakanlah hukumku! Sesungguhnya Allah telah menetapkan hukum bagi mereka yang berzina. Apabila bujang dan gadis (sama-sama belum kawin), hukumannya dera 100 kali dan penjara satu tahun. Apabila janda dan duda (sama-sama sudah kawin) yang berzina, hukumannya dera seratus kali dan rajam sampai mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi tidaklah di negeri dan bangsa ini (Indonesia). Yang kita dapati bukanlah "pelaksanaan Hukuman Allah yang sedemikian tegas dan jelas itu". Padahal umat islamnya sendiri mengaku mencintai Tuhan dan Nabinya. Jadi, mana bukti cintamu ???:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Suuratun an-zalnaahaa wafaradnaahaa wa anzalnaa fiihaa aayaatin-bayyinaatin-la 'allakum tazakkaruun.&lt;/i&gt; â€œIni adalah suatu surat yang Kami turunkan dan Kami wajibkan (menjalankan hukum-hukum yang ada didalamnya), dan Kami turunkan didalamnya ayat-ayat yang jelas, supaya kamu memperhatikan. (QS. An Nur 24:1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan gampangnya diantara kita menikahkan saja mereka-mereka yang berzina, dan hamil, Untuk menutupi aib yang diperbuatnya. astafirughlaahul aziim. (Ya Allah apakah jasad itu tiada punya rasa malu?, apakah batinnya tidak menjerit?) padahal keduanya mengaku beriman kepada_MU dan Rasul_MU. Sungguh tidak akan pernah terjadi perkawinan tersebut (dengan kata lain) tidaklah syah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana firman_Nya: &lt;i&gt;Laa ta'zimuu 'uqdatan-nikaahi hattaa yablughal kitaabu ajalah.&lt;/i&gt; â€œJanganlah kamu bertetap hati untuk berakad nikah, sebelum habis masa iddahnya.â€ (QS. Al Baqarah 2:235)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Uu laatul ahmaali ajaluhunna an-yada'na hamlahunna.&lt;/i&gt; â€œWanita yang mengandung, masa iddahnya ialah setelah melahirkan kandungannya.â€ (QS. At Thalaq 65:4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai renungan pada diri kita, di zaman Rasulullah ketika itu betapa sangat mengerikan pelaksanaan hukuman zina. Padahal sang kekasih Allah itu sangat penyayang dan pengasih orangnya. Beliau sendiri hampir tak percaya ada umatnya yang masih bisa berbuat nista sedemikian rupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Sulaiman bin Buraidah r.a., dari bapaknya, katanya: "Pada suatu ketika, Ma'iz bin Malik datang kepada Nabi Saw, lalu dia berkata kepada beliau, "Ya Rasulullah! Sucikanlah aku!" Jawab Rasulullah Saw, "Amboi, kasihan! Pulanglah, minta ampun kepada Allah dan tobatlah kepada_Nya." Maâ€™iz pergi, tetapi belum begitu jauh dia kembali lagi seraya berkata, "Ya Rasulullah! Sucikanlah aku!" Jawab Rasulullah Saw, "Amboi, kasihan! Pulanglah, minta ampun kepada Allah dan tobatlah kepada_Nya!" Dan hal itu berulang sampai 4 kali. Pada kali yang keempat Rasulullah Saw bertanya, "Dari hal apakah engkau harus kusucikan?" Jawab Ma'iz, "Dari dosa berzina." Rasulullah Saw bertanya kepada para sahabat yang ada di sekitarnya ketika itu, "Apakah si Ma?iz ini mengidap penyakit gila?" Jawab para sahabat, "Tidak, ya Rasulullah! Dia tidak gila!" Tanya Nabi Saw berikutnya, "Apakah dia baru habis minum khamar?" Seorang sahabat berdiri, lalu membaui Ma'iz, tetapi tidak mencium bau khamar di mulut Ma'iz. Maka bertanya Rasulullah Saw, kepada Ma'iz, "Betulkah engkau berzina?" Jawab Ma?iz, "Benar ya Rasulullah!" Rasulullah memerintahkan supaya dilaksanakan hukuman rajam terhadap Ma'iz, lalu dia dirajam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat dua pendapat dalam masalah ini. Yang pertama mengatakan bahwa Ma'iz tewas, dan dosanya terhapus karena hukuman yang dijalaninya secara ikhlas. Yang kedua mengatakan, bahwa Ma'iz tobat sebenar-benar tobat. Tiada tobat yang melebihi tobat Ma'iz. Dia datang menghadap Nabi Saw, lalu diletakkannya tangannya di tangan Nabi, kemudian dia berkata, â€œYa Rasulullah! Hukum matilah aku dengan batu! (rajamlah aku)!" Mereka senantiasa dalam perbedaan pendapat seperti itu selama 2/3 hari. Kemudian Rasulullah Saw datang. Setelah memberi salam, lalu beliau duduk bersama-sama dengan mereka. Maka bersabda Rasulullah Saw, "Mintakanlah ampun bagi Ma'iz bin Malik." Lalu mereka memohon semuanya "Semoga Allah mengampuni Ma'iz bin Malik" Rasulullah Saw bersabda: "Ma'iz betul-betul telah tobat dengan sempurna tobat. Seandainya tobat Ma'iz dapat dibagi di antara satu kaum, pasti mencukupi untuk mereka semua."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari 'Imran bin Hushain r.a., katanya: "Seorang perempuan dari suku Juhainah datang menghadap kepada Nabi Saw. Padahal dia sedang hamil akibat melakukan zina. Lalu katanya, "Ya, Nabiyallah! Aku telah melanggar hukum; maka tegakkanlah hukum itu atas diriku!" Karena itu Rasulullah Saw memanggil wali perempuan itu, lalu beliau bersabda kepadanya, "Rawatlah perempuan ini sebaik-baiknya. Apabila dia telah melahirkan (dan kondisinya telah baik serta anaknya ada yang menyusukan/merawat) bawalah dia ke hadapanku!" Perintah Nabi Saw itu dijalankan oleh walinya sesuai dengan yang diperintahkan beliau. Setelah perempuan itu melahirkan, maka dia dihadapkan kepada Rasulullah Saw. Lalu pakaiannya dieratkan (supaya auratnya jangan terbuka ketika pelaksanaan hukuman). Kemudian Nabi Saw memerintahkan supaya dia dihukum rajam, lalu ia dirajam. Setelah dia tewas, Nabi Saw melakukan shalat jenazah baginya. Maka bertanya 'Umar kepada beliau, "Perlukah dia dishalatkan, ya Nabiyallah? Bukankah dia berzina?" Jawab beliau, "Dia telah tobat sebenar-benarnya tobat. Andaikata tobatnya itu dibagi kepada tujuh puluh orang penduduk Madinah, pasti cukup bagi mereka. Manakah lagi tobat yang lebih utama daripada menyerahkan nyawa kepada Allah Taâ€™ala secara ikhlas?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan jikalau setelah pelaksanaan hukuman tersebut, Allah Swt (Sang Maha Penerima Tobat, Sang Maha Pengampun dan Maha Penyayang terhadap hamba-hamba_Nya) masih mengizinkan si pezina dan pasangan zinanya hidup) Diberikannya keputusan yang sangat adil. Yach. Dialah hakim yang Seadil-adilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Azzaanii laa yan-kihu illaa zaaniyatan au musyrikah, wazzaaniyatu laayan-kihuhaa illaa zaanin au musyrik, wahurrima zaalika 'alal muâ€™miniin.&lt;/i&gt; â€œLaki-laki yang berzina tidak akan mengawini melainkan dengan perempuan yang berzina atau perempuan musyrik. Dan perempuan yang berzina tidak akan mengawininya melainkan dengan laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas orang-orang mukmin.â€ (QS. An Nur 24:3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun bisakah hukum Allah yang telah jelas dan tegas itu dijalankan? Jika tidak, kenapa diantara kita masih saja bisa menatap dunia dengan segala kenistaan yang kita perbuat, kenapa kita tega menzalimi diri kita sendiri? Kenapa bisa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu sayangilah dirimu wahai sahabatku.&lt;br /&gt;Karena sungguh ! Dimana jiwa ini berada dalam genggaman_NYA. Kita tak punya apa-apa atas diri kita, Sungguh ! kita ini binasa dan akan sirna bagai fatamorgana. Apa yang ada pada kita, hanyalah titipan. Semua akan diminta_NYA kembali. Karena itu, sungguh tak pantas diri kita berbuat "keburukan" walau hanya setitik embun yang kita kira akan lesap, kering terkena sinar matahari. Allah sangat mencintai kita, bisakah kita mencintai_Nya? Mencintai_Nya dengan menjaga baik-baik jasad yang satu-satunya ini. Dan Rasul sangat menyayangi kita, jangan biarkan matanya mengabut dan berlinang? Cinta perlu pengorbanan wahai hamba terkasih Allah. Engkau hanya dimintanya menjaga dirimu, bersyukurlah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Waka ayyin-min-qaryatin 'atat 'an amri rabbihaa warusulihii fahaa sabnaa haa hisaaban syadiidaa, waâ€™azzabnaahaa 'azaban nukraan.&lt;/i&gt; â€œBerapa banyak dari (penduduk) negeri yang mendurhakai perintah Tuhannya dan rasul-rasul_Nya, maka Kami perhitungkan dengan perhitungan yang keras, dan Kami mengazabnya dengan azab yang mengerikan.â€ (QS. At Thalaq 65:8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Janganlah saling mendengki, saling menipu, saling membenci, saling memutuskan hubungan dan janganlah sebagian kamu menyerobot transaksi sebagian yang lain, jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. Seorang muslim itu saudara muslim yang lain, tidak boleh menzhaliminya, membiarkannya (tidak memberikan pertolongan kepadanya), mendustainya dan tidak boleh menghinakannya. Taqwa itu berada di sini, beliau menunjuk dadanya tiga kali. Cukuplah seorang (muslim) dianggap (melakukan) kejahatan karena melecehkan saudara muslimnya. Setiap muslim atas muslim lain haram darahnya, hartanya dan kehormatannya".&lt;/i&gt; (HR. Muslim dan Ibnu Majah)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6865843176587179874-5293018025561165778?l=yanmaster.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yanmaster.blogspot.com/feeds/5293018025561165778/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6865843176587179874&amp;postID=5293018025561165778&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6865843176587179874/posts/default/5293018025561165778'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6865843176587179874/posts/default/5293018025561165778'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yanmaster.blogspot.com/2008/01/kemana-akan-dicari-gantinya-yaa-ikhwany.html' title=''/><author><name>Nama : Iyan Mulyana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08976884815593535655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_-dcxRZIvmbA/R5XH-NhjwBI/AAAAAAAAADU/1polxeg_Bu0/S220/y.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_-dcxRZIvmbA/R43aTNhjv9I/AAAAAAAAAC0/f1sWkMn3-Ro/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6865843176587179874.post-4906890732358073172</id><published>2008-01-08T23:21:00.000-08:00</published><updated>2008-12-10T14:09:36.249-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_-dcxRZIvmbA/R4R3Xthjv7I/AAAAAAAAACk/2ITAimaObDg/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_-dcxRZIvmbA/R4R3Xthjv7I/AAAAAAAAACk/2ITAimaObDg/s200/images.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5153375122859737010" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;" &gt;New Year = New Spirit&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;Mari sedikit me-review lagi kehidupan kita yang satu- satunya dan sekali-kalinya ini. Tahun 2007 kini berangsur lalu, '&lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt; menjadi kenangan yang menorehkan beragam kisah dan rasa. Tahun yang tentunya banyak asa tercipta, tapi terwujudnya? Tahun 2007 yang sudah berlalu pasti tidak akan kembali. Jadi, sepertinya tidak perlu ada yang disesali. Karena inilah hidup yang hanya dapat dimengerti ke belakang, tapi harus dijalani ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2008 kita tapaki. Sekarang, fokuskan pembahasan kita tentang apa yang bakal kita lakukan di tahun 2008 ini dengan usia yang makin dewasa. Dengan hidup yang makin berwarna dan banyak pilihan. Agar warna kita jelas dan pilihan kita jitu, tentu kita harus tahu dulu orientasi hidup kita ini bakal dikemanakan? Hidup yang pasti &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt; bemuara pada satu titik dan titik itu bernama kematian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai ummat Islam, tentu orientasi kita sudah jelas dan terarah, karena panduannya adalah Al-Qur'an plus Hadits Nabi, tentu Hadist Nabi yang Shahih, bukan hadits yang tidak jelas perawinya, apalagi hadits palsu. Sebagai ummat Islam yang sadar benar kalau hidup adalah serangkain episode yang telah diskenariokan oleh Allah SWT, sang penguasa yang tidak akan pernah sanggup ditentang oleh siapa pun dan dalam keadaan apa pun, tentunya kita sudah pada tahu kalau wilayah "kekuasaan" kita tuk mewujudkan segala hal yang ada di benak kita adalah ikhtiar dan memaksimalkan ikhtiar itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya adalah, sudahkah selama ini kita memaksimalkan ikhtiar tuk mewujudkan hal yang masih tertata rapi di benak kita? Kalau jawabannya, ya sudah maksimal tapi tidak terwujud juga, apa yang kita inginkan? Maka pertanyaan selanjutnya, kita sudah "kencengin" do'anya belum? Seandainya kita menjawab bukan hanya memaksimalkan ikhtiar, sudah di titik darah penghabisan, dan do'a pun sudah kelewat "kenceng", tapi tetap saja hasilnya nihil. Maka, ringkas kata, intinya kita gagal mewujudkan asa pada tahun 2007 yang kini berangsur lalu, sementara tahun 2008 kini menjambangi. Kecewa? Pasti. Putus asa? Tunggu dulu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dirunut dari kecewa, sebagai manusia, tentunya wajar sekali kalau hasil usaha kita tidak membuahkan hasil, rasa kecewa menyeruak di pendaman rasa. Hal itu tidak perlu dipungkiri, tapi harus disikapi layaknya muslim dewasa yang sudah tidak asing dengan ayat yang menyatakan bahwa boleh jadi kita menyukai sesuatu padahal itu tidak baik bagi kita dan sebaliknya (lihat QS. Al-Baqarah : 216).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan putus asa? Kita buka lagi panduan kita pada QS. Yusuf ayat 87, "... Dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir." Ketika ikhtiar telah maksimal dilakukan, do'a telah mengalir dipanjatkan, tapi ternyata kenyataan tak seindah angan di ruang imajinasi yang tersusun rapi pada barisan rencana, saat itulah sikap tawakaltu Illallah kita perankan. Yakinlah Rencana Allah lebih indah dari rencana di benak kita. Pasrah bukan sebagai seorang "pecundang" yang tak berbuat apa–apa, tapi sebagai seorang pejuang yang telah bersusah melakukan yang terbaik, berjuang mewujudkan asa dan cita–cita yang mengakar kuat di lahan jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tahun 2008 ini, mari kita memulai lagi, menjadikan lebih baik lagi hal yang jelek, memperbaiki yang kurang baik, mengurus yang belum terurus. Jadikan diri kita pejuang tangguh yang tak hanya berjuang mewujudkan asa dan cita–cita diri sendiri, tapi juga asa dan cita–cita banyak hati. Pejuang tangguh yang selalu menggelorakan semangat alias spirit penyangga jiwa. Jika semangat kita telah usang di penghujung tahun 2007, ciptakan semangat baru lagi dengan energi ruhiyah sebagai ummat Islam. Jangan coba–coba berkata "sudahlah" apalagi "cukup sampai di sini", karena perjuangan tak &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt; pernah berhenti hingga maut menjumput.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, bersiap–siaplah untuk berjuang seumur hidup, bukan hanya untuk satu atau dua tahun ke depan, tapi sekali lagi, untuk seumur hidup! Sebagaimana dengan stetment Nabi SAW bahwa menuntut ilmu dari buaian hingga liang lahat, maka tidak ada salahnya di awal tahun ini (meski tahun masehi, karena bukan eksistensi tahunnya, tapi substansi perubahan yang kita gagas) kita bilang, "New Year = New Spirit!"&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6865843176587179874-4906890732358073172?l=yanmaster.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yanmaster.blogspot.com/feeds/4906890732358073172/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6865843176587179874&amp;postID=4906890732358073172&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6865843176587179874/posts/default/4906890732358073172'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6865843176587179874/posts/default/4906890732358073172'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yanmaster.blogspot.com/2008/01/new-year-new-spirit-mari-sedikit-me.html' title=''/><author><name>Nama : Iyan Mulyana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08976884815593535655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_-dcxRZIvmbA/R5XH-NhjwBI/AAAAAAAAADU/1polxeg_Bu0/S220/y.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_-dcxRZIvmbA/R4R3Xthjv7I/AAAAAAAAACk/2ITAimaObDg/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6865843176587179874.post-5874811227668647025</id><published>2008-01-06T22:05:00.000-08:00</published><updated>2008-12-10T14:09:36.496-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_-dcxRZIvmbA/R4HBoNhjv5I/AAAAAAAAACU/Q3_h4sba4NU/s1600-h/2930_Eye_of_Machine800_600.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_-dcxRZIvmbA/R4HBoNhjv5I/AAAAAAAAACU/Q3_h4sba4NU/s200/2930_Eye_of_Machine800_600.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5152612345257901970" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="normal"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tiga Musuh Manusia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kejahatan dan kebaikan merupakan pasangan setia yang tak dapat dipisahkan dari dunia. Keduanya tak jauh beda dengan &lt;i&gt;â€œsi kayaâ€&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;â€œ â€œsi miskinâ€ &lt;/i&gt;: sama-sama ada, sama tak dapat saling menafikan. Karena semuanya merupakan &lt;i&gt;sunnatullah&lt;/i&gt; yang tak mungkin dihapuskan. Otoritas manusia hanya sebatas mengurangi atau meminimalisir, tidak lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejahatan merupakan musuh kebaikan. Otomatis dia adalah musuh &lt;i&gt;fithrah&lt;/i&gt; manusia: yang cinta akan kedamaian dan keamanan. Namun, kejahatan itu ternyata sulit untuk dihindarkan, karena ia merupakan musuh abadi manusia, yang cinta kebenaran itu. Hal yang menjadikan kejahatan itu abadi, karena ia juga bersemayam dalam diri manusia. Itulah namanya musuh.&lt;br /&gt;Yahya ibn Mu`Ã¢dz berkata: &lt;i&gt; â€œMusuh manusia itu ada tiga: dunianya, syaitannya dan jiwa (nafsu)nya sendiri. Maka, berhati-hatilah dari dunia dengan zuhud di dalamnya, dari kejahatan syaitan dengan cara melawannya dan dari jiwa (nafsu) dengan cara meninggalkan segala bentuk syahwatâ€ &lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah ketiga musuh manusia. Dan ketiganya adalah jahat, jika tidak dapat dihindari. Karena ketiganya akan mencelakakan manusia dan menyeretnya ke dalam neraka: yang (memang) disediakan bagi mereka yang menjadi budak (hamba) dunia, syaitan dan jiwa (nafsu)nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia itu sangat berbahaya. Ia laksana ular: yang setiap saat dapat &lt;i&gt; â€œmemagutâ€ &lt;/i&gt; orang yang terlena dalam pelukan dan dekapan kemilaunya. Dalam hadits di atas tampak gamblang, betapa dunia dapat menyihir pemujanya menjadi gelap mata dan lupa daratan. Pada gilirannya, ia menderita penyakit &lt;i&gt; â€œwahnâ€ &lt;/i&gt;. Ia terlalu banyak membangun istana di dalamnya. Sehingga, ia takut untuk meninggalkan istana megahnya itu, takut mati karena takut miskin di akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam bukan agama yang anti-dunia. Namun Islam adalah agama yang memberikan batas yang jelas antara agama (spiritual) dengan dunia (material). Islam adalah agama &lt;i&gt;wasathiyah&lt;/i&gt;&lt;i&gt; â€œDan carilah apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan jangan kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) dunia...â€ &lt;/i&gt; (Qs. Al-Qashash [28]: 77).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadikan dunia sebagai &lt;i&gt; â€œmusuhâ€ &lt;/i&gt; bukan berarti meninggalkannya seratus persen. Namun ambillah dan nikmatilah kenimatan dunia sebatas kebutuhan. Itulah yang diinginkan oleh agama. Bahkan dalam berbagai ayat Al-Quran, Allah menjelaskan urgensi berinfak (bersedekah). Sebut saja misalnya perintah berinfak (Qs. Al-Baqarah [2]: 195, 177 dan Qs. At-Taubah [9]: 60 dan 103) dan yang lainnya. Secara implisit, Allah menganjurkan agar umat Islam itu menjadi umat yang kaya. Sehingga orang lain dapat merasakan nikmat Allah juga, bukan kekayaan yang hanya dimonopoli oleh dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musuh manusia yang kedua adalah syaitan. Dalam bahasa Al-Quran sering disebut dengan &lt;i&gt; â€œ`aduww mubÃ®nâ€ &lt;/i&gt;. Secara nyata Allah memang menjelaskan bahwa syaitan adalah &lt;i&gt; â€œmusuh yang nyataâ€ &lt;/i&gt; bagi manusia (Qs. Yusuf [12]: 5 dan Qs. Al-IsrÃ¢â€™ [17]: 53). Bahkan ia disebut sebagai musuh yang nyata-nyata menyesatkan (&lt;i&gt;`aduww mudhill mubÃ®n&lt;/i&gt;) (Qs. Al-Qashash [28]: 15). Maka ia harus benar-benar dijadikan sebagai &lt;i&gt; â€œmusuhâ€ &lt;/i&gt; (Qs. FÃ¢thir [35]: 6). Sejak zaman moyang manusia (Adam), syaitan memang musuh yang tidak akan pernah menyerah. Hal dijelaskan oleh Allah bahwa syaitan itu musuh Adam dan Hawaâ€™ (Qs. Al-A`rÃ¢f [7]: 22). Meskipun (memang) sudah menjadi &lt;i&gt;sunnatullah&lt;/i&gt; bahwa setiap nabi diberi musuh dari kalangan syaitan berwujud manusia dan jin oleh Allah (Qs. Al-An`Ã¢m [6]: 112).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, Allah mewanti-wanti manusia (umat Islam) agar tidak mengikuti jejak (langkah)nya (Qs. Al-Baqarah [2]: 168, 208, dan Qs. Al-An`Ã¢m [6]: 142). Bahkan lebih tegas lagi Allah menyatakan agar tidak menyembah syaitan (Qs. YÃ¢sin [36]: 60), agar tidak disesatkan olehnya (Qs. Az-Zukhruf [43]: 62). Jejak-jejak syaitan sudah dapat diterka dan ditebak. Segala jenis kemunkaran, maksiat, perjudian, perzinaan, kebohongan, korupsi, penipuan, penjambretan, perampokan, pemerkosaan dsb merupakan lahan tempat syaitan melancarkan misinya dalam menyesatkan manusia. Belum lagi fenomena &lt;i&gt;tabarruj&lt;/i&gt; (wanita miskin busana) yang semakin hari semakin menjadi-jadi. Kian hari kian membius aktivitas dan produktivitas para remaja Islam. Syaitan menginginkan agar pemuda Islam itu lemah akidah (iman), minim ibadah dan akhirnya mengenyampingkan Islam. Pada gilirannya, Islam tidak memiliki tempat di hati para pemeluknya. Sudah saatnya, dalam hati setiap Muslim berkobar semangat untuk &lt;i&gt; â€œtalak tigaâ€ &lt;/i&gt; dengan pengaruh syaitan, agar tidak terjerumus dan terseret kepada rayuan gombalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musuh manusia yang ketiga adalah dirinya sendiri. Dalam bahasa agama, jiwa sering disebut dengan &lt;i&gt;al-nafsu&lt;/i&gt;. Memang, Allah menyatakan bahwa dalam diri manusia terdapat dua tipe nafsu yang saling berperang, &lt;i&gt;al-fujÃ»r&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;al-taqwÃ¢&lt;/i&gt;. Keduanya saling berlomba untuk mengalahkan yang lainnya. Bahkan Allah bersumpah dalam Kitab-Nya: &lt;i&gt; â€œDan demi jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya). Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannyaâ€ &lt;/i&gt; (Qs. Asy-Syams [91]: 7-8). Dua potensi inilah yang harus dapat dimenej dengan baik. Dalam artian, potensi &lt;i&gt; â€œkefasikanâ€ &lt;/i&gt; jiwa harus benar-benar dapat ditekan, agar ia tidak menjadi potensial, sehingga dapat mengalahkan potensi &lt;i&gt; â€œketakwaannyaâ€. &lt;/i&gt; Jika tidak, maka jiwa manusia akan cenderung berbuat kekufuran, kefasikan, kezaliman dan tindakan yang tidak dibenarkan oleh agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, para ulama memberikan satu cara untuk membersihkan jiwa, agar terhindar dari potensi kefasikan yang dikenal dengan &lt;i&gt; â€œtazkiyah al-nafs&lt;/i&gt; (penyucian jiwa). Karena menurut Allah, orang yang beruntung adalah yang dapat menyucikan jiwanya. Sebaliknya, yang mengotori jiwanya (potensi kefasikannya mengalahkan potensi ketakwaannya) adalah orang yang merugi (Qs. Asy-Syams [91]: 9-10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama memberikan contoh bahwa untuk mensucikan jiwa harus melakukan berbagai bentuk ibadah dan kebaikan. Seperti shalat malam (Witir dan Tahajjud), memperbanyak membaca Al-Quran, puasa sunat, banyak beristighfar kepada Allah dan senantiasa introspeksi diri (muhasabah). Sehingga akan semakin tampak bahwa apa yang kita persembahkan kepada Allah belum apa-apa jika dibandingkan dengan nikmat yang kita terima dari-Nya. Mudah-mudahan kita menjadi hamba Allah yang benar-benar mengetahui kedudukan kita. Kedudukan yang menjadikan kita semakin arif dalam menyikapi hidup yang singkat. Hidup yang penuh dengan rintangan dan tantangan. Karena ternyata kita dikelilingi oleh banyak musuh yang merongrong kita: dunia, syaitan dan jiwa kita sendiri. Maka tidak ada bekal yang lebih baik selain takwa dan amal saleh. &lt;i&gt; â€œDan berbekallah, dan sebaik-baik bekal adalah takwaâ€ &lt;/i&gt; (Qs. Al-Baqarah [2]: 197) dan &lt;i&gt; â€œBarangsiapa yang ingin menemui Tuhannya, hendaklah ia beramal saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannyaâ€ &lt;/i&gt; (Qs. Al-Kahfi [18]: 110). &lt;i&gt;WallÃ¢hu a`lamu bi al-shawÃ¢b!.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;     (pertengahan). Tidak melulu memikirkan akhirat, namun juga tidak serta merta menafikan urusan dunia. Dalam hal ini, tuntunan Allah sangat jelas dalam Al-Quran:     &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6865843176587179874-5874811227668647025?l=yanmaster.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yanmaster.blogspot.com/feeds/5874811227668647025/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6865843176587179874&amp;postID=5874811227668647025&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6865843176587179874/posts/default/5874811227668647025'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6865843176587179874/posts/default/5874811227668647025'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yanmaster.blogspot.com/2008/01/tiga-musuh-manusia-kejahatan-dan.html' title=''/><author><name>Nama : Iyan Mulyana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08976884815593535655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_-dcxRZIvmbA/R5XH-NhjwBI/AAAAAAAAADU/1polxeg_Bu0/S220/y.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_-dcxRZIvmbA/R4HBoNhjv5I/AAAAAAAAACU/Q3_h4sba4NU/s72-c/2930_Eye_of_Machine800_600.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6865843176587179874.post-101738422394286974</id><published>2008-01-06T21:00:00.000-08:00</published><updated>2008-12-10T14:09:36.729-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='3'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_-dcxRZIvmbA/R4GyMdhjv4I/AAAAAAAAACM/L-xC18IIxlU/s1600-h/0jamdind.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_-dcxRZIvmbA/R4GyMdhjv4I/AAAAAAAAACM/L-xC18IIxlU/s200/0jamdind.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5152595375842115458" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  &gt;Remember the Time&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan salah lho, yang di atas ini bukan judul lagunya Michael Jackson the King of Pop. Tapi judul artikel yang kita buat khususon buat sobat semua. Sesuatu yang urgen. Something special. Tapi sayangnya sering kita biarkan berlalu. Ya...itulah waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat, waktu sangat berharga. Bahkan Mr. Adam Smith dengan teori kapitalisme ekonominya pun berkata "time is money". Saking berharganya waktu buat dia. Tapi buat kita yang muslim, apa makna waktu? Apa bagi kita waktu hanyalah perputaran jam, hari bulan dan seterusnya tanpa arti? Apakah waktu sekedar pergantian masa anak, muda dewasa dan tua? Kalo kita pengen sukses di dunia fil akhiroh, trus kita nyia-nyiakan waktu berlalu gitu aja...ngimpi atuh. Justru kesuksesan seseorang itu bisa datang gara-gara manfaatin waktu. Kebahagiaan orang bisa hadir, akibat menseting waktu. Bahkan kita bisa masuk surga atau neraka, gara-gara waktu yang kita jalani. Memilih belajar Islam, memahaminya dan menjalankannya atau hanya sekedar makan, minum tidur dan ke belakang. Ingat boys...hidup ini cuman sekali....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat, sadar ga kalo waktu itu salah satu nikmat Allah yang paling sering kita lupa, padahal kalo kita jalan bareng waktu kita bisa ngelakuin berbagai aktivitas di dunia ini, kita bisa studi, dakwah sama teman, ibadah pada Allah, dan segunung kegiatan lain, pastinya dengan nikmat yang Allah kasih ama kita.&lt;br /&gt;"Barangsiapa yang hari ini sama dengan hari kemarin, maka ia merugi dan barang siapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin maka ia jahil."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangin aja sobat, kalo hari ini sama dengan hari kemarin, maka kita rugi berat loh....Kenapa rugi? Karena waktu yang Allah berikan, ternyata ga sanggup untuk kita manfaatin, padahal waktu adalah nikmat yang langka yang Allah berikan untuk kita. Bayangin aja kalo waktu kelas 1 SMA kamu ga naik kelas, terus tahun ini kamu ga naik lagi. Kamu jadi anak bermutu alias bermuka tua donk di kelas. Malu donk...pengennya disobek aja nih muka. Atau bulan lalu kamu bisa mimpin SKI jadi organisasi hebat..., temen-temenmu banyak yang tertarik. Yang wanita banyak yang berjilbab. Eh..ternyata sekarang, malahan kamu sendiri yang ga aktif di SKI. Malah justru main seruduk sama cewek. Wacaow...mau dikemanain ini malu....Tentunya kita rugi banget gitu loh..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat, sebagai seorang muslim kita kudu bisa manfaatin waktu sebaik-baiknya, karena kalo ga maka kita bisa jadi orang yang useless alias ga berguna . &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; atau ga sama aja. Bahkan kalo ada justru lebih buruk daripada ga ada. Kita bisa-bisa jadi sampah agama. Ngotori Islam. Dan jadi biang kerok kemaksiatan. Padahal umur kita makin pendek, dan ajal kita makin dekat. Tapi tetep aja kita bertingkah. Kaya ga ada urusan sama dosa dan pahala. Ingat fren...Allah udah negur kita di &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;surat&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; Al-'Ashr:&lt;br /&gt;"Demi waktu. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dahulu di era Rasul, sahabat-sahabat Rasulullah SAW ga pernah gunain waktu mereka untuk hal yang sia-sia, mereka selalu ngingatin orang-orang di sekitar mereka untuk menggunakan waktu sebaik-baiknya, sampai-sampai salah seorang sahabat pernah ngusir sekelompok pemuda yang tidur dan bermalas-malasan di masjid dan menyuruh mereka untuk bekerja dan mencari rezeki. So,jangan malas apalagi maksiat. Waktu terus bergulir fren...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya orang-orang berkata: Rabb (Tuhan) kami adalah Allah kemudian mereka istiqamah, maka tidak ada ketakutan atas mereka dan tidak pula mereka berduka cita. (Ad-Dukhan :13).&lt;br /&gt;Itu janji Allah! Nah, siapa yang istiqamah (terus tegar dan tekun di jalan Allah), maka mereka ga akan merasa takut, khawatir dan mereka ga akan sedih hati. Mengapa? Karena orang-orang yang istiqamah pasti bisa ngatur diri mereka sendiri, walau untuk itu mereka harus ngelakuin apa yang tak disukai. Seperti Nabi Ibrahim yang ga ragu jalani perintah Allah untuk menyembelih Ismail, atau nabi Nuh yang ga gundah membuat kapal di tengah gurun pasir yang tandus. Gini nih yang tebel imannya.. top banget Islamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat, seorang sufi pernah berujar "Anak adam adalah kumpulan hari." Jadi, kalau kita nyia-nyiain hari dan nunda pekerjaan yang seharusnya bisa kita kerjakan saat ini, maka itu berarti kita menyia-nyiakan diri kita sendiri. Disia..sia siapa mau? The last thing...remember the time...ingatlah waktu, manfaatin buat diri kita, ortu, teman, atau Islam dan aturannya..demi gapai ridho Illahi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6865843176587179874-101738422394286974?l=yanmaster.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yanmaster.blogspot.com/feeds/101738422394286974/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6865843176587179874&amp;postID=101738422394286974&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6865843176587179874/posts/default/101738422394286974'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6865843176587179874/posts/default/101738422394286974'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yanmaster.blogspot.com/2008/01/remember-time-jangan-salah-lho-yang-di.html' title=''/><author><name>Nama : Iyan Mulyana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08976884815593535655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_-dcxRZIvmbA/R5XH-NhjwBI/AAAAAAAAADU/1polxeg_Bu0/S220/y.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_-dcxRZIvmbA/R4GyMdhjv4I/AAAAAAAAACM/L-xC18IIxlU/s72-c/0jamdind.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6865843176587179874.post-807841906982817260</id><published>2008-01-06T20:48:00.000-08:00</published><updated>2008-12-10T14:09:36.912-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='2'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_-dcxRZIvmbA/R4Gv1Nhjv3I/AAAAAAAAACE/kROSd8FPgdY/s1600-h/4596_mixing_the_lemmon1024_768.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_-dcxRZIvmbA/R4Gv1Nhjv3I/AAAAAAAAACE/kROSd8FPgdY/s200/4596_mixing_the_lemmon1024_768.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5152592777386901362" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span class="judul"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt;Kebahagiaan Ada Dalam Syukur Dan Sabar&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="normal"&gt;Kemana engkau akan mencari kebahagiaan hidup? Apakah dengan mendatangi tempat-tempat hiburan malam dapat memberikan kesejukan hati? Dengan meneguk minuman beralkohol serta berbelanja sepuas-puasnya di Mall-Mall? Benarkah segala kegelisahan akan hilang dan kegundahan akan berganti dengan rasa tenang? Pasti jawabannya tidak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="normal"&gt;Semua itu tidak lain akan mendatangkan kegundahan baru. Semakin engkau bawa diri dan hanyut dalam bentuk seperti itu, maka engkau akan semakin remuk, perlahan tapi pasti tanpa engkau sadari. Masihkah engkau mengukur kebahagiaan itu dengan limpahan materi, kedudukan yang tinggi, dan nama yang sering disebut-sebut dan di puji? Memang engkau tampak mampu berjalan dengan tenang secara lahiriah, namun batinmu begitu tersiksa, terasa kosong, hampa, terasa tak bermakna.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="normal"&gt;Sadarilah saudaraku, sesungguhnya ketenangan dan kebahagiaan yang engkau cari ada dalam kerelaan dan kesyukuran diri. Sebuah kesyukuran yang wujud dalam bentuk amal-amal sholehmu dan kelapangan hatimu atas setiap ketentuan yang menghampiri di setiap detik kehidupanmu. Berbahagialah engkau, jika setiap kenikmatan yang menghampirimu menjadikanmu semakin jatuh dalam sujud kesyukuran. Berbahagialah engkau, ketika musibah tiada henti menerpamu, namun engkau tetap tegar dan tak berkeluh kesah atasnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="normal"&gt;Tiada usaha kecuali semua dicoba bungkus dengan kain kesabaran. Dan tiada engkau melihat kedua-duanya kecuali merupakan sebuah bentuk kebaikan. Sungguh ajaib jika engkau mampu berlaku demikian. Dan hanya bagi seorang mukmin sajalah semua itu lebih mudah dilakukan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6865843176587179874-807841906982817260?l=yanmaster.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yanmaster.blogspot.com/feeds/807841906982817260/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6865843176587179874&amp;postID=807841906982817260&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6865843176587179874/posts/default/807841906982817260'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6865843176587179874/posts/default/807841906982817260'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yanmaster.blogspot.com/2008/01/kebahagiaan-ada-dalam-syukur-dan-sabar.html' title=''/><author><name>Nama : Iyan Mulyana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08976884815593535655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_-dcxRZIvmbA/R5XH-NhjwBI/AAAAAAAAADU/1polxeg_Bu0/S220/y.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_-dcxRZIvmbA/R4Gv1Nhjv3I/AAAAAAAAACE/kROSd8FPgdY/s72-c/4596_mixing_the_lemmon1024_768.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6865843176587179874.post-949544347334314332</id><published>2008-01-04T21:19:00.000-08:00</published><updated>2008-01-04T21:23:46.723-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Harapan'/><title type='text'>Menjemput Impian</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Kala itu, sebelum segalanya berubah. Hasbiya... Secara runtun, kau ceritakan kebahagiaanmu dengan begitu semangatnya. Kau bercerita tentang kelucuan anak-anak TPA binaanmu di suatu sore. Pun betapa bahagianya kau punya keponakan pertama dari kakak laki-laki pertamamu, atau mendapat hadiah milad kedelapanbelasmu. Kau pun begitu gembira bertutur ketika diterima di Fakultas Kedokteran sebuah Universitas Negeri di Yogyakarta, kota lahir kita, yang sedari SMA kau cita-citakan. Sedang aku, diterima di sebuah perguruan Tinggi Negeri di Bandung. Inilah awal terentangnya jarak antara kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Hasbiya, sungguh awalnya aku tak sampai hati tuk mengungkapkan padamu sesuatu hal yang harus kita tinggalkan demi izzah diri. Sesuatu hal yang tak boleh kita maklumi, meskipun kita tak seperti mereka yang begitu bebasnya mengungkapkan rasa kasih sayangnya, atau melepas nafsu? Sungguh, aku tak ingin memadamkan mentari yang tengah bersinar di matamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu, dalam berjalan pun kita saling bersisian dan terentang beberapa jarak, tak merapat. Kau tak ijinkan aku pegang tanganmu walau kita hendak menyeberang jalan. Aku mengerti, kau belum halal untukku. Kau tak suka aku berbisik begitu dekat di telingamu sehingga kau menghindar. Kau pun tak suka aku perhatikanmu begitu lekat. Namun, Biya, bagaimana pun kita tetap saja sepasang kekasih yang telah memadu hati dalam hubungan bernama pacaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua tahun keaktifanku di LDK telah membuka hatiku. Pacaran adalah sebuah wabah yang menebarkan aroma yang lebih dahsyat dari serbuk heroin. Melalaikan manusia dari ibadah, menggugurkan manusia dari jalan dakwah. Tatkala aku menyadari hal itu, aku pun mulai mengurangi intensitas hubungan jarak jauh kita. Perlahan-lahan dan akhirnya aku tak pernah menghubungimu, baik SMS maupun telepon, hingga kau sering mempertanyakan kenapa aku tak pernah menghubungimu lagi. Beberapa kali aku tak menjawabmu. Pada kali kesekian kau telepon aku, akhirnya kuungkapkan alasanku sebenar-benarnya dengan hati-hati agar tak menyinggung hatimu. Biya, betapa pun beratnya, harus kuungkapkan kepadamu agar aku tak berdosa karena menyembunyikan kebenaran.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Betapa pun aku berucap dengan hati-hati, betapa pun lembutnya tutur kataku, tak urung kau putus telepon begitu saja setelah sebelumnya kudengar getar suara dan desah tangismu di sana. Maafkan aku, Biya, aku lebih cinta Allah, lebih cinta Islam. Kalau pun kau mencintaiku seperti aku yang saat ini sebenarnya masih mencintaimu, aku ingin hubungan kita telah terbingkai pernikahan sebelumnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Aku sangat tahu pribadimu, kendati tak seperti dirimu yang lebih mengetahui pribadimu sendiri. Kau hanif, lembut, penurut, dan bukan seorang pendebat. Sebelum pulang ke Yogya tuk melamarmu, aku istikharah berkali-kali, sampai akhirnya aku rasakan kemantapan hati tuk memilihmu menjadi istriku.&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;***&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Juli, Liburan Akhir Semester&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Pagi ini, aku pulang menaiki kereta bisnis dengan perasaan yang menggebu-gebu karena hendak menjemput impian. Aku jadi teringat akan lagu Menjemput Impian dari sebuah grup band kenamaan yang dulu sering kuputar ketika aku belum mengenal Izzatul Islam, Shoutul Harokah, Arruhul Jadid, dan Suara Persaudaraan. Sungguh hal itu sedang terjadi padaku saat ini, insya Allah. Lelah tak berasa karena terbayang terus kebahagiaan yang sebentar lagi akan menjelma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore, jam 13.35, aku sampai di rumah. Setelah sungkem kepada ibu, ayah, dan menyalami Luluk, Adik perempuanku, kubersihkan badanku. Setelah itu aku utarakan keinginanku kepada kedua orangtuaku. Mereka sempat terkejut mendengar keinginanku yang tiba-tiba, lalu mempertanyakan kesiapanku dalam menafkahi. Mengetahui pengetahuan agama bapak dan ibu yang lumayan, kusampaikan kepada mereka secara &lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;ma'ruf&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; bahwa aku ingin dapat menjaga hati, aku ingin dapat melindungi diri dari godaan-godaan terutama wanita yang tak dapat menjaga kehormatan dan menutup auratnya. Aku tidak ingin terjerumus ke perbuatan zina! Aku pun siap bertanggung jawab sebagai suami kelak. Alhamdulillah, aku telah bekerja sambilan sebagai tenaga operator sebuah percetakan di Bandung yang insya Allah, gajinya cukup untuk kebutuhan kita selama sebulan. Aku terus berusaha meyakinkan Bapak dan ibu. Perjuanganku yang cukup gigih pada sore itu akhirnya meluluhkan hati bapak dan Ibu. Kau tahu, Biya, selepas Isya kita akan ke rumahmu. Lihat, bapak sedang menelpon rumahmu, hendak bicara dengan bapakmu.&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;*** &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Di Rumahmu Jam Setengah Tujuh Lebih Lima&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Aku duduk di sebelah kanan Luluk dan di sebelah kiri Ibu. Bapak duduk di sisi kanan. Sedang di hadapan kami, bapakmu, sedang mengobrol dengan bapak dan ibu dengan bahasa Jawa sebelum membicarakan hal yang utama. Sedang Lutfi, kakak keduamu yang merupakan sahabatku dari kecil, mengajakku mengobrol tentang banyak hal, termasuk aktivitas perkuliahan, dakwah kampus, dan pekerjaan sambilanku. Subhanallah, ternyata Lutfi aktif di LDK di kampus yang sama denganmu. "Kapan kau menyusul, Biya?" gumamku dalam hati. Kata bapakmu, kakakmu yang pertama sekarang tinggal di Semarang, dekat tempat kerjanya sehingga tak bisa berkumpul pada acara yang memang mendadak ini. Aku dengar di belakang ibumu mungkin juga dirimu sedang membuatkan minum dan mungkin mempersiapkan sesuatu untuk disajikan kepada kami.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Sambil sedikit menunduk, sekilas aku lihat seorang gadis berjilbab putih lebar melangkah menuju kamar yang letaknya beberapa meter dari ruang tamu ini. Kedua kakakmu kan laki-laki, sedangkan kau anak bungsu. Lalu itu siapakah? Apa istrinya Lutfi? Kalau sudah menikah, aku kok belum tahu ya?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Tak berapa lama, bapakmu memanggilmu setelah ibumu selesai menyajikan teh manis dan kue pisang bolen, oleh-olehku dari Bandung yang ternyata disajikan kembali kepada kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kau pun muncul dari kamar tempat gadis berjilbab lebar tadi masuk. Tunggu... Tunggu... Bukankah itu… &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Subhanallah, Biya, kaulah gadis berjilbab lebar tadi! Ya Allah, benarkah ia telah seirama dengan jalan hidup yang kutempuh ini? Benarkah ia telah seiring sejalan dengan pergerakan kami?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istighfar, Fikri, Istighfar! Aku tersadarkan dari keterpanaanku, memperhatikanmu yang sedari tadi tertunduk. Astaghfirullah...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Dan proses khitbah pun berakhir dengan diterimanya lamaranku kepadamu, Biya. Bapak dan ibumu menyerahkan keputusannya kepadamu, mau atau tidak menerima lamaranku. Dan kau menerimaku dengan syarat, kau diperbolehkan melanjutkan kuliah. Bapak dan ibumu pun menginginkan demikian. Tentu, Biya, malah aku akan mengharuskan kau untuk tetap kuliah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh, aku, mungkin juga dirimu, saat ini menjadi orang yang paling bahagia! &lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Syukron, jazakallahu khairan katsira,&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; kau menerima lamaranku.&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;***&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6865843176587179874-949544347334314332?l=yanmaster.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yanmaster.blogspot.com/feeds/949544347334314332/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6865843176587179874&amp;postID=949544347334314332&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6865843176587179874/posts/default/949544347334314332'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6865843176587179874/posts/default/949544347334314332'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yanmaster.blogspot.com/2008/01/menjemput-impian.html' title='Menjemput Impian'/><author><name>Nama : Iyan Mulyana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08976884815593535655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_-dcxRZIvmbA/R5XH-NhjwBI/AAAAAAAAADU/1polxeg_Bu0/S220/y.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
